Bahaya Minum Es Teh Bagi Kesehatan Ginjal

Selasa, 06 Desember 2011 | 0 komentar


Bahaya Minum Es Teh Bagi Kesehatan Ginjal. Siapa diantara para pengunjung yang tidak menyukai minuman rakyat yang satu ini? Yah, Es Teh sepertinya begitu mudahnya kita temui dimanapun tempat kita makan, dari warung pinggir jalan sampai restoran mewahpun semuanya menyediakan Es Teh sebagai salah satu menu minumannya. Es Teh dengan bau dan rasa khasnya sudah mendarah daging di masyarakat kita, meski dikemas dalam bentuk apapun itu, Teh tetaplah Teh dan jika diberi es, kesegaranlah yang kita dapatkan, apalagi di Bulan Puasa ini, menu pembuka sebelum makan besarpun sering didahului dengan minum es teh.
Kesegaran Es Teh


Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging. Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

Nah, sedikit informasi diatas diharapkan dapat memberi pengetahuan kita akan bahya es teh bagi penderita batu ginjal. Semoga bermanfaat, jika berkenan anda dapat membagikan artikel ini ke teman-teman anda lewat tombol share facebook diatas. Terima Kasih ;)

Read More

Sejuta Manfaat Jambu Biji, Dari Penangkal Flu hingga Cegah Kanker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Jambu biji memang tidak sepopuler jeruk atau semahal apel. Jika Anda berpikir jeruk adalah yang terbaik untuk vitamin C, Anda perlu mencoba jambu biji.
Satu jambu biji memiliki 165 miligram (mg) vitamin C. Sementara, satu jeruk hanya mengandung 69 mg saja. Kandungan vitamin C pada jambu biji ini efektif dalam mengobati infertilitas pria.
Di bawah kulitnya yang hijau, jambu biji memiliki banyak manfaat yang ditawarkan. Satu buah jambu sehari berguna mengurangi resiko penyakit mulai dari flu biasa, gusi bengkak, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes sampai kanker.
Jambu biji memiliki serat makanan berlimpah sehingga baik dikonsumsi bagi yang mengalami sembelit. Bagi yang sedang mencoba untuk menurunkan berat badan, tingginya kandungan serat jambu biji juga sangat bermanfaat.
Buah ini kaya vitamin, serat dan mineral. Jika dijadikan bagian dari makanan sehari-hari, penelitian menunjukkan jambu biji sangat efektif mencegah kanker dan penyakit jantung. Buah yang memiliki nama latin Psidium guajava ini membantu tubuh memerangi radikal bebas yang dihasilkan selama metabolisme.
Para peneliti bekerja untuk departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) telah menemukan bahwa jambu biji mungkin di antara buah terkaya antioksidan. Buah yang lezat ini juga memiliki beta karoten, kalium dan serat larut.
Jambu biji dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengendalikan tekanan darah dan kolesterol. Kemampuan jambu biji untuk menurunkan tekanan darah disebabkan adanya kandungan kalium. Kalium merupakan elektrolit yang penting untuk reaksi listrik dalam tubuh termasuk pada jantung.
Buah ini juga dikenal bisa menyembuhkan luka eksternal serta mengobati pendarahan hidung dan gusi. Buah yang hidup di daerah tropis ini bisa juga mencegah penyakit 'orang tua' seperti pikun dan katarak. Adanya karbohidrat kompleks dan kandungan serat yang tinggi bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Makan satu jambu biji untuk sarapan memberikan dosis harian yang sangat dibutuhkan seperti zat besi, asam folat, kalsium, serat, protein, karbohidrat, vitamin A, B dan banyak vitamin C. Kandungan lemak total satu jambu biji sekitar 0,9 gram atau 84 kalori. Dibandingkan dengan apel, buah ini memiliki 38 persen lemak dan 42 persen kalori yang lebih sedikit.


Read More

Menangis Dapat Keluarkan Racun Dalam Tubuh

Kabar baik bagi yang doyan nangis, dikit dikit nangis, dikit nangis :D menurut penilitian para ahli di barat sono noh, ternyata Menangis Dapat Keluarkan Racun Dalam Tubuh. Nah loh, emang bener nangis bisa ngeluarin racun dalam tubuh? hhhmmmm, tahu lah disimak saja artikel yang saya copas abis dari walipoop.com berikut, semoga bemanfaat :)

Saat menghadapi kondisi yang rumit, tidak jarang menangis menjadi pilihan untuk melampiaskan emosi. Tahukah Anda bahwa menangis juga memiliki banyak manfaat positif juga untuk kesehatan tubuh?


Menangis Dapat Keluarkan Racun Dalam Tubuh

Seperti yang dikutip dari Beliefnet, ada lima manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.

1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Anda tidak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90 hingga 95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

4. Mengurangi stres
Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

5. Melegakan perasaan
Hampir semua orang pasti merasakan adanya kelegaan setelah menangis. Hal itu karena sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar.

Read More

Rasa Syukur Bikin Orang Lebih Sehat



Rasa Syukur Bikin Orang Lebih Sehat. Memang benar ajaran para bijak, manusia harus selalu bersyukur atas segala hal yang telah kita dapatkan. Penelitian baru-baru ini menyimpulkan bahwa ungkapan rasa syukur memiliki efek positif yang mendalam terhadap kesehatan, suasana hati dan bahkan kelangsungan pernikahan.

Dalam satu kajian mengenai rasa syukur yang dilakukan oleh Robert A. Emmons, Ph.D. dari University of California-Davis dan rekannya Mike McCullough dari University of Miami, peserta secara acak diberi salah satu dari tiga tugas.

Setiap minggu, seluruh peserta diminta menulis sebuah jurnal singkat. Kelompok pertama diminta menuliskan secara singkat lima hal yang mereka syukuri atas hal-hal yang telah terjadi dalam seminggu terakhir.

Kelompok kedua menuliskan lima kesibukan sehari-hari dari minggu sebelumnya yang membuat kesal, dan kelompok netral diminta menulis lima peristiwa yang mempengaruhi, tapi tidak diharuskan pengalaman positif atau negatif.

Sepuluh minggu kemudian, peserta dalam kelompok bersyukur merasa kehidupannya lebih baik secara keseluruhan dan 25 persen lebih bahagia daripada kelompok yang kesal. Mereka lebih sedikit mengeluh tentang kesehatan dan melakukan olahraga rata-rata 1,5 jam lebih.

Dalam sebuah penelitian berikutnya yang dilakukan oleh Emmons, peserta penelitian diminta menulis tentang hal-hal yang mereka syukuri setiap hari. Tidak mengherankan, praktek sehari-hari menyebabkan kenaikan rasa syukur yang lebih besar daripada menuliskannya dalam jurnal mingguan seeprti pada penelitian pertama.

Namun hasil menunjukkan manfaat lain. Peserta dalam kelompok syukur juga lebih banyak memberikan dukungan emosional atau bantuan terkait masalah pribadi kepada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa melatih rasa syukur meningkatkan niat baik terhadap orang lain, atau bisa dikatakan, mendukung perilaku 'pro-sosial'.

Penelitian lain mengenai rasa syukur ini dilakukan pada orang dewasa yang memiliki penyakit neuromuskuler (penyakit yang menyerang otot dan syaraf), baik yang bawaan maupun baru terjadi ketika dewasa. Mayoritas peserta memiliki sindrom pasca polio (PPS).

Dibandingkan dengan mereka yang tidak menuliskan rasa syukur setiap malam, peserta dalam kelompok syukur melaporkan lebih banyak jam tidur malamnya dan merasa lebih segar saat bangun. Kelompok syukur juga dilaporkan lebih puas dengan kehidupannya secara keseluruhan, merasa lebih optimis, dan merasa jauh lebih terhubung dengan orang lain daripada peserta dalam kelompok kontrol.

Perubahan positif tersebut nyata terlihat oleh orang lain juga. Pasangan peserta penelitian kelompok syukur melaporkan bahwa peserta penelitian tampaknya memiliki kesejahteraan subjektif lebih tinggi daripada pasangan peserta dalam kelompok kontrol.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa depresi berkorelasi terbalik dengan rasa syukur. Tampaknya orang yang lebih banyak bersyukur semakin sedikit depresinya.

Philip Watkins, psikolog klinis di Eastern Washington University, menemukan bahwa pasien depresi klinis menunjukkan rasa terima kasih yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol yang tidak mengalami depresi, yaitu hampir 50 persen lebih sedikit.

Dr. John Gottman dari University of Washington telah meneliti megenai pernikahan selama dua puluh tahun. Menurutnya, kesimpulan dari semua penelitiannya adalah bahwa jika pasangan tidak mampu mempertahankan tingginya perbandingan pertemuan yang positif dengan negatif (5:1 atau lebih besar), kemungkinan besar pernikahan akan berakhir.

Dengan akurasi 90 persen, Gottman mengatakan bahwa dengan pengamatan selama tiga menit saja, dia bisa memprediksi pernikahan yang cenderung berlangsung lama dan yang akan berakhir. Rumusnya adalah untuk setiap ekspresi negatif (seperti keluhan, mengerutkan kening, ekspresi kemarahan), diperlukan sekitar lima hal yang positif (seperti tersenyum, memuji, tawa, penghargaan, dan rasa syukur).

Berikut adalah beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk membangun momentum positif terhadap kehidupan yang lebih bahagia dan memuaskan seperti dilansir health, Senin (7/11/2011):


1. Tulislah jurnal harian dari tiga hal yang disyukuri. Cara ini bekerja dengan baik jika dilakukan pada pagi hari atau sebelum tidur.
2. Berlatihlah mengatakan hal-hal yang menunjukkan pernghargaan terhadap pasangan atau teman setiap hari.
3. Lihatlah ke cermin ketika menyikat gigi dan pikirkan sesuatu yang telah dilakukan dengan baik atau sesuatu yang disukai tentang diri sendiri. [detikhealth]

Read More