Nihon-go o Noraimasu

Selasa, 08 Desember 2009 | 0 komentar

Aku Fitri, anak Indonesia yang sangat cinta dengan Bangsa ini. Kecintaan ku terhadap Indonesia telah aku buktikan ketika aku mengikuti upacara bendera setiap hari senin dulu sewaktu sekolah, mengikuti upacara nasional yang diadakan dikampus, memakai produk dalam negeri, menghormati antar sesama (suku, ras, agama), cinta bahasa Indonesia serta menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dan lain sebagainya…hehehe

Belajar bahasa asing tidak berarti aku tidak mencintai bahasa yang aku miliki. Suka belajar itulah yang harusnya kita kembangkan. Disini aku juga pengen berbagi sama teman-teman.
Salah satu bahasa yang sedang aku pelajari saat ini adalah bahasa jepang. Aku terobsesi pengen kesana. Dengan bahasa itu semoga bisa menghantarkan aku kesana.
(ya’iyalah belajar bahasa jepang, orang tujuannya mau kejepang. Masak ada belajar bahasa jepang tapi tujuannya ke arab, nda’ mungkin banget kan…hehehe)
Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak dimana Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).
Lafal vocal

Bahasa Jepang mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/.
Lafal vokal bahasa Jepang mirip bahasa Indonesia. Contohnya:

• /a/ seperti "bapa"
• /i/ seperti "ibu"
• /u/ seperti "urut"
• /e/ seperti "esok"
• /o/ seperti "obor"

Tulisan bahasa Jepang

Tulisan bahasa Jepang berasal dari tulisan bahasa China (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad keempat Masehi. Sebelum ini, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.
Tulisan Jepang terbagi kepada tiga:

• aksara Kanji (漢字) yang berasal dari China
• aksara Hiragana (ひらがな) dan
• aksara Katakana (カタカナ); keduanya berunsur daripada tulisan kanji dan dikembangkan pada abad kedelapan Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafazkan karakter-karakter China.

Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruhi fonetik bahasa Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem alihaksara yang disebut romaji.
Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.


Kanji

Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.
Oleh karena itu Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyō Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.

Cara menghitung barang
Barang secara umum
Untuk mengucapkan 1 buah yaitu ひとつ(hitotsu) dan seterusnya hanya menambahkan huruf tsu (つ)

Barang Panjang
Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meteran) misal いっぽん(ippon). Biasa dipakai untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon.

Barang Tipis
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan まい(mai) sebagai akhiran, Misal:1 lembar いちまい(ichimai) ,dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, perangko, dan benda tipis lainnya.

Barang Besar
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan だい(dai) sebagai akhiran, Misal : 1 buah いちだい (ichidai),dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya

Cara menghitung orang
Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahi satuan にん(nin), misal: 3 orang さんにん (sannin) 7 orang しちにん (shichinin)

Tata Bahasa
Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subyek-obyek. Subyek, obyek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya adalah, Kochira-wa Tanaka-san desu (こちらは田中さんです). Kochira ("ini") merupakan topik dari kalimat ini. Kata kerjanya ialah "desu" yang berarti "it is" dalam bahasa Inggris. Dan yang terakhir, Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar dari topik ini.
Adjektiva

Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:

1. 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi い (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang berarti "hari yang panas"
2. 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang berarti "orang aneh"
3. 連体詞 (rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: あの山 (ano yama)


Partikel

Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:

• が ga untuk bentuk nominatif
• に ni untuk bentuk dativ.
• の no untuk bentuk genital
• を o untuk bentuk akusatif
• は wa sebagai topik




Starostin, Sergei A., Anna V. Dybo, and Oleg A. Mudrak. 2003. Etymological Dictionary of the Altaic Languages, 3 volumes. Leiden: Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-13153-1.
Wikipedia
PBJ (Pusat Bahasa Jepang), Jalan Alamanda Gejayan Yogyakarta
Read More

RIDHO DENGAN TAKDIR ALLAH






Menyikapi Musibah dengan Tabah dan Lebih Bijak.

Episode kehidupan manusia kadang berada diatas dan terkadang berada dibawah.  Kadang merasakan kebahagiaan dan seringkali pula sering merasakan kesedihan karena ditimpa suatu musibah.  Kita hidup di dunia tidak mungkin kosong dari ujian atau cobaan yag diberlakukan oleh Sang Rabb.  Ujian tidak hanya berupa musibah, kesenangan pun juga termasuk ujian hidup.

Ketika diberikan NYA ujian yang berupa musibah, kita seringkali merasa sangat bersedih dan sangat kehilangan.  Hal itu berbanding terbalik ketika kita diuji dengan kesenangan atau rezeki yang berlimpah.  kita seringkali lupa terhadap Rabb kita dan merasa bahwa hal itu bukanlah suatu ujian.  Padahal jika kita memahami  hakikat takdir kehidupan, maka kita tidak berkuasa apapun atas apa yang menimpa diri kita.  Kita bukanlah pemilik sejati atas apa yang kita miliki.

Oleh sebab itu Allah 1 telah menegaskan di dalam firmanNYA “…..kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S. An-Nisa’ [4]:19).
”….Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal  ia amat buruk bagimu;  Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]:216).

“Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.  Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.  (A.S. Al-baqarah:155).

Allah begitu dekat dengan kita, jika kita sadar akan hal itu.  Dialah yang mengatur semuanya, kesehatan, jalan hidup, karier, jodoh, rejeki dan lain sebagainya.
Kadangkala kita sudah merencanakan sesuatu dengan sabaik mungkin, namun ketika apa yang sudah kita rencanakan tersebut ternyata tidak terwujud.  Allah lah Yang Maha Berkendak.  Dan terkadang kita berpikir, itu lah yang terbaik untuk kita, ternyata belum terbaik dimata Allah, Sang Rabb.  Dan apa yang menurut kita itu tidak baik, ternyata terbaik dimata Allah.

Sebetulnya perlu juga aku dan kita semua sadari, ternyata sebaik baik kita adalah baik semua dimata Allah, tergantung kita menyikapi hal tersebut.
Mau dibawa kemana kah semua anugrah dan pemberian Allah itu.  Dalam kebaikan kah, atau keburukan, bersyukur kah, atau sombong.  Itulah perangai yang sebetulnya ada dalam diri kita.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, ternyata semua itu adalah ujian, senang-susah, miskin-kaya, besar-kecil dan lain sebagainya.

Sesungguhnya Allah penuh kasih sayang kepada kita, memberikan apa yang terbaik bagi kita, yaacchh walaupun itu tidak seperti yang kita harapakan dan kita inginkan.  Dialah yang tidak pernah membiarkan hambaNYA menangis, karena kasih sayang NYA begitu besar.  Tapi seringkali kita mengabaikan hal tersebut.  Ketika jalan yang kita tapaki tidak bisa terlewati, maka pastilah jalan lain yang Allah pilihkan kepada kita itu adalah yang lebih mulia.

Yang jelas, kita musti ikhlas dengan apapun yang terjadi.  Ikhlas itulah bukan hal yang mudah untuk kita lakukan, tetapi alangkah baiknya jika kita selalu belajar untuk melakukannya.

Mungkin sedikit ini bisa menggugah hati kita, bahwa sesungguhnya Allah itu tidak akan menjadikan kita sebagai umat yang tidak baik.  Tetap besyukur, berdoa, dan ikhtiar.
Semoga aku dan kita semua bisa menjadi lebih baik, sebaik-baik umat Allah.


Dikutip dari Buku Ridho dengan Takdir Allah









Read More

PENTINGNYA ADMINISTRASI DALAM DUNIA USAHA





Pada umumnya banyak masalah di dalam usaha kita karena tidak beresnya administrasi usaha, yang mana dapat mengganggu kelancaran kegiatan di dalam Perusahaan. Maka dari itu, masalah administrasi usaha tidak dapat diabaikan begitu saja dalam rangka pengembangan perusahaan. Masalah administrasi itu, pelaksanaannya tergantung pada keadaan perusahaan yang bersangkutan. Pada prinsipnya semua hal kegiatan dan kejadian yang penting dalam pengelolaan usaha harus ada administrasinya.
Di dalam praktiknya, banyak wirausaha yang mengurus perusahaan kecil tidak membiasakan diri membuat catatan-catatan tentang kegiatan yang terjadi di dalam perusahaannya.
Misalnya: Data transaksi dagang, keuangan, harta, persediaan barang dan lain sebagainya. Seperti kita ketahui di dalam prinsip pengelolaan usaha secara modern, masalah administrasi itu sangat diperlukan. Jika demikian Administrasi itu sebenarnya apa????
Dalam mata kuliah saya “Pengantar Ilmu Administrasi” dengan dosen pengampu Bpk Djihad Hisyam, M. Pd. (Dosen Pend. Adm. Perkantoran, FISE-UNY), beliau menyampaikan dan menjelaskan pengertian Administrasi secara kompleks yang dipelajari dari beberapa para ahli administrasi. Secara harfiah, Administrasi berasal dari Bahasa Belanda yaitu ad dan ministratie yang artinya melakukan kegiatan catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan, dan sebagainya. Sedangkan pengertian administrasi secara lebih luas berasal dari Bahasa Inggris yaitu administration yang pegertiannya dinyatakan oleh para ahli administrasi, salah satunya menurut Leonard D. White, administrasi adalah suatu proses yang umumnya terdapat pada semua usaha kelompok Negara, swasta, sipil atau militer, serta berbagai bentuk perkumpulan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa administrasi itu dapat dilaksanakan jika banyak orang yang berkepentingan terhadap administrasi itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh perlunya seseorang untuk mengatur suatu organisasi dalam melaksanakan administrasi usaha sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan. Suatu administrasi usaha akan berhasil baik jika semua orang yang melakukan kerjasama di dalamnya dan masing-masing mempunyai tugas, wewenang, tanggungjawab, dan cara-cara kerja yang sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Untuk menggerakkan proses kegiatan usahany, terlebih dahulu wirausaha harus memahami system administrasi dan organisasinya. Dengan memahami system administrasi dan organisasi badan usaha, maka wirausaha dapat mengembangkan usahanya.
Seperti kita ketahui bahwa di dalam pengelolaan usaha secara modern, prinsip administrasi sangat diperlukan dan penting sekali dalam rangka pengembangan perusahaan. Pencatatan semua kegiatan perusahaan sangat diperlukan bagi kelancaran pengelolaan usaha dan masalah ini merupakan tugas administrasi. Tugas para pelaksana administrasi di dalam perusahaan yaitu melaksanakan pencatatan data-data transaksi usaha, keuangan usaha, produksi, tenaga kerja, bahan baku, pemasaran, promosi, distribusi dan lain sebagainya.
Pada umumnya orang beranggapan bahwa administrasi itu pekerjaan catat-mencatat dan surat-menyurat saja. Anggapan yang demikian tidaklah benar, karena setiap kerja sama baik pada organisasi perusahaan maupun kelompok usaha tertentu tidak terlepas dari kegiatan administrasi. Menurut pengamatan saya, tidak jarang terjadi bahwa janji dagang atau bisnis terlupakan karena tidak ada pengurusan administrasinya. Di sini, wirausaha sebagai pengelola usaha atau bisnis hanya dapat mengandalkan daya ingatannya saja dengan sedikit catatan untuk menunjang kebijaksanaan yang diambilnya.
Dengan demikian tanpa adanya administrasi yang baik, semua pekerjaan di dalam perusahaan tidak akan berjalan lancar. Coba saja kita perhatikan, bagaimana bila perjanjian kerja sama antara perusahaan dengan perusahaan lain tanpa disertai dengan proses administrasi. Bagaimana bila suatu saat perjanjian dilanggar, sedangkan bukti tertulisnya tidak ada karena tidak diadministrasikan.
Adapun yang menjadi prinsip di dalam administrasi usaha itu timbul karena 3 (tiga) factor yaitu:
 Adanya sekelompok manusia yang terikat di dalam dunia usaha;
 Adanya tujuan yang diharapkan di dalam dunia usaha;
 Adanya kerjasama usaha dengan semua pihak.

Pada prinsipnya administrasi usaha di dalam semua hal transaksi dagang atau bisnis harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Adapun bentuk dan model administrasi bermacam-macam, akan tetapi yang perlu diperhatikan ialah administrasi tersebut hanya dibuat secara rapi, sistematis, tertib dan sederhana sehingga wirausaha dapat memeriksa dan mengendalikannya. Mengelola dan melengkapi serta memelihara buku-buku administrasi perusahaan sangat penting dalam rangka pengembangan usaha. Maka dari itu, pembinaan terhadap penyelenggaraan buku-buku administrasi perusahaan supaya lebih ditingkatkan dan dikerjakan secara continue.
Mengapa administrasi usaha itu harus dikerjakan dan diatur sedemikian rupa??? Administrasi itu memang harus dibuat dan diatur sebaik-baiknya dengan tujuan yang sudah ditentukan yaitu:
 Membantu wirausaha dalam rangka pengembangan usaha;
 Memberikan kepuasaan kepada para pembeli atau pelanggan atau konsumen;
 Memberikan pekerjaan kepada tata usaha di dalam perusahaan secara teratur;
 Memberikan pelayanan yang baik kepada para pembeli atau pelanggan atau konsumen.

Sedangkan pengaturan dan pelaksanaan administrasi usaha diantaranya:
 Pengaturan catatan dan dokumen transaksi usaha.
 Pengaturan catatan dan dokumen pemasaran dan penjualan produk.
 Pengaturan catatan dan dokumen para konsumen atau pelanggan atau pembeli.
 Pengaturan catatan dan dokumen inventaris barang dagangan dan sebagainya.
 Pengaturan catatan dan dokumen personalia perusahaan.
 Pengaturan catatan dan pengarsipan dokumn-dokumen perusahaan.

Dari penjelasan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa maksud dan tujuan administrasi usaha yaitu:
 Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat memonitor kegiatan dan pengendalian usaha;
 Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat mengamankan jalannya pelaksanaan kegiatan usaha;
 Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat mengevaluasi kegiatan-kegiatan usaha;
 Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat menyusun program pengembangan kegiatan usaha;
 Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat menunjukkan adanya bukti-bukti kegiatan usaha;
 Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat mengambil keputusan dalam pengembangan dan pengendalian usaha.

Pada masa kini, administrasi telah menduduki posisi penting dalam organisasi perusahaan dan berperan mendukung tujuan usaha.
Bentuk dan model administrasi pencatatannya bermacam-macam dan yang perlu diperhatikan ialah catatan tersebut harus rapi, sistematis, tertib dan mudah dikendalikan. Untuk mengetahui hal-hal yang perlu dicatat, terlebih dahulu harus ditelusuri semua kegiatan perusahaan, kemudian dikelompok-kelompokkan menurut jenis kegiatannya. Biasanya yang banyak digunakan wirausaha di dalam mengelola administrasi usahanya ialah bentuk daftar dan kolom-kolom dalam system kartu.
Read More

Bagaimana cara menyenangkan suami kita, sehingga kitapun berbahagia karenanya?






Berikut ini adalah 37 (tigapuluh tujuh) poin yang bisa kita lakukan selaku seorang istri, sehingga suami kita berbahagia.

1.      Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia.
2.      Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami.
3.      Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.
4.      Pilihlah waktu yang tepat untuk meluruskan kesalahan suami.
5.      Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.
6.      Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.
7.      Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.
8.      Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.
9.      Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.
10.  Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling menghormati dalam semua urusan.
11.  Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.
12.  Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.
13.  Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.
14.  Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.
15.  Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesuatu kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah untuk diingatkan.
16.  Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda dan ia tidak suka melihatnya.
17.  Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda duduk mendengarkannya.
18.  Jangan berlebih-l;ebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.
19.  Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah, baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong anda mendahulukan pendapatnya.
20.  Janganlah anada mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.
21.  Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya sekalipun kepada kedua orang tuanya.
22.  Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.
23.  Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya.
24.  Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang disenangi suami anda.
25.  Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar dengannya.
26.  Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.
27.  Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu, karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya.
28.  Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.
29.  Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah menjadi suamimu.
30.  Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia berdosa.
31.  Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan menangis ketika dia gembira.
32.  Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.
33.  Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yang dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.
34.  Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.
35.  Jauhilah sifat dusta karena hal itu akan menyakitkannya.
36.  Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.
37.  Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuatu kepadamu.



Diketik ulang dari: “Nasehat kepada para Muslimah”, bagian kedua, Fathi Majdi as-Sayyid. Penerjemah: Muzaidi Hasbullah, Lc,dkk. Penerbit: Pustaka Arafah, Cetakan I: April 01/Muharram 1422H, hal.66-70 oleh Ibnu Tumingan [ ibnu_tumingan@yahoo.comibnu_tumingan@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it ]   Fri Jul 27, 2001


Read More